Begini Strategi Golkar untuk Menangkan Ahok di Pilgub DKI 2017
Beritasatu.online, Jakarta - Golkar memiliki strategi pemenangan yang cukup sederhana untuk memenangkan Basuki Tjahja Purmana (Ahok) pada Pilgub DKI 2017 mendatang. Strategi tersebut adalah dengan memperlihatkan ketegasan sosok Ahok di Jakarta.
"Strateginya sangat sederhana, yaitu memperlihatkan sosok ketegasan Ahok di Jakarta. Itu sudah bagian dari kampanye yang tak terkalahkan," kata Ketua Tim Pemenangan Ahok, Nusron Wahid.

Di Rakor Golkar, Muncul Usulan Duet Jokowi-Sri Mulyani untuk Pilpres 2019
"Strateginya sangat sederhana, yaitu memperlihatkan sosok ketegasan Ahok di Jakarta. Itu sudah bagian dari kampanye yang tak terkalahkan," kata Ketua Tim Pemenangan Ahok, Nusron Wahid.

Hal tersebut diucapkannya seusai acara Rakornis Golkar di Menara Penisula, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (3/9/2016). Menurut Nusron, untuk menata Jakarta, diperlukan pemimpin yang berani dan tegas seperti yang ada pada diri Ahok.
"Karena untuk menata Jakarta hari ini, bangunan-bangunan liar dan gedung- gedung liar itu membutuhkan sosok yang tegas dan berani," ujarnya.
Sedangkan, terkait pernyataan Ketua Koordinator Bidang Polhukam Golkar Yorrys Raweyai yang menyebut PDIP akan segera mengumumkan dukungannya kepada Ahok, Nusron tidak mau berkomentar banyak. Menurutnya, Golkar akan menerima bila PDIP ikut mendukung Ahok bersama dengan 2 parpol lainnya, Hanura dan Nasdem.
"Saya nggak mau komentar soal PDIP karena saya pengurus Golkar. Pokoknya kalau PDIP mendukung Alhamdulillah," ujar Nusron.
"Kita menerima dong kalau PDIP merapat, masa merapat tidak diterima. Tidak merapat saja kita terima kok, apa lagi merapat," tutupnya.
Sebelumnya, Yorrys Raweyai menyebut PDIP akan segera mengambil sikap soal Pilgub DKI. PDIP disebut akan mengumumkan dukungannya untuk Gubernur petahana DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Satu atau dua hari akan diumumkan oleh PDIP," ungkap Yorrys di sela-sela acara Rakornis Partai Golkar di Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (2/9) kemarin malam.
Rapat koordinasi teknis yang diadakan Partai Golkar untuk mempersiapkan kemenangan Jokowi di Pilpres 2019 memunculkan beberapa nama cawapres. Salah satunya ada nama Sri Mulyani yang disebutkan.
Presiden Jokowi saat menghadiri Rapimnas Golkar
Dalam Rakornis Partai Golkar Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia I di Hotel Peninsula, Jakarta, Sabtu (3/9/2016), Ketua Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Jambi, Gusrizal mengusulkan agar Golkar mulai melisting Calon Wakil Presiden untuk mendampingi Jokowi.
"Bisa Sri Mulyani, Bu Khofifah Indar Parawansa, atau Sri Sultan Hamengku Buwono X," ujarnya.
Usai Rakornis, Korbid Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia I (Jawa-Sumatera) Nusron Wahid menyatakan bahwa hal itu baru sekadar wacana. "Boleh boleh saja. Tetapi itu menurut saya masih terlalu jauh," ujarnya.
Menurut Nusron, Golkar saat ini akan lebih dahulu fokus dalam pemenangan Pilkada. Dia menegaskan bahwa pilihan cawapres akan diserahkan ke Jokowi.
"Kita serahkan kepada Pak Jokowi. Golkar nggak ikut campur, itu urusan Pak Jokowi saja. Kita nggak mau mengintervensi soal itu," ucap Nusron.
Rakornis Partai Golkar yang pertama ini dilakukan Pemenangan Pemilu Indonesia I yang meliputi 16 provinsi se-Jawa dan Sumatera. Materi antara lain pengarahan kebijakan partai dalam memenangkan pileg dan Pilpres serentak 2019. Rakornis ini mengambil tema "Solid Terkonsolidasi, Efektif Mengemban Misi, Berjaya Dikala Pemilu".(imk/imk/detik.com)
Begini Strategi Golkar untuk Menangkan Ahok di Pilgub DKI 2017
Reviewed by Admin
on
14.38.00
Rating:
Reviewed by Admin
on
14.38.00
Rating:

Post a Comment