Rentetan Fakta Versi Polisi Mengungkap Kedok 'Bos' Makar
BahasKabar, Jakarta - Kedok penyandang dana di balik kasus dugaan makar masih misteri. Sejumlah bukti sudah dikantongi polisi.
Kasus dugaan makar ini berawal dari ditangkapnya 11 orang pada 2 Desember 2016. Polisi menetapkan 8 orang sebagai tersangka makar. Mereka yakni Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Sri Bintang Pamungkas, Eko, Kivlan Zein dan Alvin Indra.
Dari delapan tokoh tersebut, hanya Sri Bintang yang ditahan. Sedangkan 7 lainnya tidak ditahan dan tidak dicekal ke luar negeri karena kooperatif.
Para tersangka itu lalu diperiksa intensif oleh polisi. Polisi menemukan adanya transfer sejumlah uang dalam kasus dugaan makar Sri Bintang Pamungkas Cs itu. Bukti transfer itu kemudian ditelusuri untuk mengungkap sumber dan ke mana saja aliran dana dugaan makar tersebut.
Kasus dugaan makar ini berawal dari ditangkapnya 11 orang pada 2 Desember 2016. Polisi menetapkan 8 orang sebagai tersangka makar. Mereka yakni Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Sri Bintang Pamungkas, Eko, Kivlan Zein dan Alvin Indra.
Dari delapan tokoh tersebut, hanya Sri Bintang yang ditahan. Sedangkan 7 lainnya tidak ditahan dan tidak dicekal ke luar negeri karena kooperatif.
Para tersangka itu lalu diperiksa intensif oleh polisi. Polisi menemukan adanya transfer sejumlah uang dalam kasus dugaan makar Sri Bintang Pamungkas Cs itu. Bukti transfer itu kemudian ditelusuri untuk mengungkap sumber dan ke mana saja aliran dana dugaan makar tersebut.
![]() |
| Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar |
Polisi mengatakan identitas pengirim dan penerima dana makar telah dikantongi. Dana makar itu diketahui ditransfer secara bertahap. Polisi juga menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
Berikut fakta-faktanya:
Ditransfer Bertahap
Polisi mengatakan dana yang diduga untuk makar itu tak ditransfer sekaligus.
"Sedang kita kumpulkan, sedang kita dalami, karena kan banyak toh. Dia (donatur) enggak ngasih langsung gitu tidak, kecil, kecil, kecil," ujar Kabid Humas Polda Metro Jay Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/12/2016).
Argo menambahkan, pihak kepolisian masih mempelajari aliran dana tersebut. "Yang penting (aliran) dananya sudah ada," imbuh Argo.
Meski sudah mengetahui adanya aliran dana tersebut, namun Argo belum bisa menyampaikan berapa besaran dana tersebut.
"Ya sedang kita pelajari," tambahnya.
"Sedang kita kumpulkan, sedang kita dalami, karena kan banyak toh. Dia (donatur) enggak ngasih langsung gitu tidak, kecil, kecil, kecil," ujar Kabid Humas Polda Metro Jay Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/12/2016).
Argo menambahkan, pihak kepolisian masih mempelajari aliran dana tersebut. "Yang penting (aliran) dananya sudah ada," imbuh Argo.
Meski sudah mengetahui adanya aliran dana tersebut, namun Argo belum bisa menyampaikan berapa besaran dana tersebut.
"Ya sedang kita pelajari," tambahnya.
Gandeng PPATK
Polisi berkoordinasi dengan pihak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran dana tersebut.
"Tentunya kita berkoordinasi dengan PPATK untuk menelusuri aliran dana tersebut ke mana saja," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/12/2016).
Argo memastikan, penyidik telah mengantongi bukti transfer dana untuk pendanaan dugaan makar ini. Hanya saja, polisi belum bisa mengumumkan aliran dana tersebut.
"Perjalanan aliran uang sedang kita dalami. Dari aliran uang itu nanti kita pelajari," imbuh Argo.
"Tentunya kita berkoordinasi dengan PPATK untuk menelusuri aliran dana tersebut ke mana saja," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/12/2016).
Argo memastikan, penyidik telah mengantongi bukti transfer dana untuk pendanaan dugaan makar ini. Hanya saja, polisi belum bisa mengumumkan aliran dana tersebut.
"Perjalanan aliran uang sedang kita dalami. Dari aliran uang itu nanti kita pelajari," imbuh Argo.
Identitas Dikantongi
Nama pengirim dan nama penerima dana tersebut sudah dikantongi polisi.
"Ya sudah (dikantongi nama)," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Kombes Rikwanto, di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).
Namun Rikwanto tidak menyebut rinci identitas yang dimaksud saat ditanya wartawan. Dia menegaskan data yang dikantongi tengah ditelusuri. "Itu tidak bisa disebutkan untuk kepentingan penyidikan," jawab Rikwanto.
Dia juga menolak menyebutkan nominal dana yang ditransfer termasuk dugaan penerima dana merupakan 8 orang yang telah ditetapkan tersangka atau ke pihak lain juga belum bisa diungkap ke publik. "Itu konten materi penyidikan ya, tidak akan disampaikan," ujarnya.
"Ya sudah (dikantongi nama)," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Kombes Rikwanto, di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).
Namun Rikwanto tidak menyebut rinci identitas yang dimaksud saat ditanya wartawan. Dia menegaskan data yang dikantongi tengah ditelusuri. "Itu tidak bisa disebutkan untuk kepentingan penyidikan," jawab Rikwanto.
Dia juga menolak menyebutkan nominal dana yang ditransfer termasuk dugaan penerima dana merupakan 8 orang yang telah ditetapkan tersangka atau ke pihak lain juga belum bisa diungkap ke publik. "Itu konten materi penyidikan ya, tidak akan disampaikan," ujarnya.
Dana Bukan dari Parpol
Polda Metro Jaya masih terus mendalami kasus dugaan upaya makar yang dilakukan oleh 8 orang tersangka.
"Jadi ini sedang kita dalami, nanti pada waktunya kalau gamblang akan kita sampaikan, aliran dana sedang kami cek," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan yang didampingi Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/12/2016).
Sementara Iriawan menepis adanya dugaan aliran dana dari partai politik. Dia menduga ada kemungkinan lain. "Kita belum bisa sampaikan ke arah sana. Kemungkinan ada tempat lain, bukan parpol," sambung Iriawan.
Selain donatur, polisi juga terus mengembangkan kemungkinan adanya tersangka lain yang terlibat. Termasuk siapa dalangnya, juga didalami oleh penyidik. "Siapa di belakang ini tentu akan terus kita lakukan pemeriksaan, karena pasti nanti hasilnya mengerucut jadi satu," sambung Iriawan.
"Jadi ini sedang kita dalami, nanti pada waktunya kalau gamblang akan kita sampaikan, aliran dana sedang kami cek," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan yang didampingi Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/12/2016).
Sementara Iriawan menepis adanya dugaan aliran dana dari partai politik. Dia menduga ada kemungkinan lain. "Kita belum bisa sampaikan ke arah sana. Kemungkinan ada tempat lain, bukan parpol," sambung Iriawan.
Selain donatur, polisi juga terus mengembangkan kemungkinan adanya tersangka lain yang terlibat. Termasuk siapa dalangnya, juga didalami oleh penyidik. "Siapa di belakang ini tentu akan terus kita lakukan pemeriksaan, karena pasti nanti hasilnya mengerucut jadi satu," sambung Iriawan.
Bukti Transfer
Sejauh ini penyidik masih terus mengolah data dan bukti yang ditemukan.
"Nanti kan masih dalam pemeriksaan semua, apakah ada uang-uang dari pihak lain. Apakah ada penyandang dana, pasti didalami semua," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli usai konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (3/12/2016).
Bukti transfer itu akan ditelusuri untuk mengungkap sumber dan kemana saja aliran dana dugaan makar tersebut.
"Nanti diurut siapa yang mengirim, mengirim kemana, misalnya saya dapat berapa, nanti saya mengirim si A berapa, ke B berapa," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul.(aan/dha)
"Nanti kan masih dalam pemeriksaan semua, apakah ada uang-uang dari pihak lain. Apakah ada penyandang dana, pasti didalami semua," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli usai konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (3/12/2016).
Bukti transfer itu akan ditelusuri untuk mengungkap sumber dan kemana saja aliran dana dugaan makar tersebut.
"Nanti diurut siapa yang mengirim, mengirim kemana, misalnya saya dapat berapa, nanti saya mengirim si A berapa, ke B berapa," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul.(aan/dha)
Sumber: detik.com
Rentetan Fakta Versi Polisi Mengungkap Kedok 'Bos' Makar
Reviewed by Admin
on
22.47.00
Rating:
Reviewed by Admin
on
22.47.00
Rating:

Post a Comment